Panduanku Sehat

seputar dunia kesehatan,tips dan trik tentang kesehatan,informasi dunia kesehatan,dll.

Loading...

Mengatasi 5 Bahaya Efek Samping dari Penyakit Parkinson

 

Mengatasi 5 Bahaya Efek Samping dari Penyakit Parkinson



Penyakit Parkinson adalah penyakit progresif yang dimulai perlahan, seringkali dengan getaran kecil. Tapi seiring berjalannya waktu, penyakit ini akan mempengaruhi hampir seluruh kondisi tubuh, mulai dari ucapan, gaya berjalan, hingga kemampuan kognitif pasien. Meskipun saat ini teknologi sudah berkembang pesat, namun para dokter di seluruh dunia belum dapat menemukan obat terbaik untuk penyakit ini. Hal terpenting yang dapat dilakukan adalah mengenali gejala Parkinson lebih dini dan mengatasi beberapa efek samping yang ditimbulkan tersebut.


Berikut adalah beberapa gejala sekunder penyakit parkinson yang lebih umum terjadi dan apa saja yang dapat pasien lakukan untuk membantu mengatasinya.


  • Depresi


Depresi sangat umum terjadi pada pasien penderita Parkinson. Sebenarnya, beberapa perkiraan setidaknya 50 persen penderita penyakit Parkinson akan mengalami depresi. Menghadapi kenyataan bahwa tubuh dan kehidupan pasien tidak akan pernah sama, hal itu dapat menganggu kesehatan mental dan emosional pasien. Gejala depresi meliputi perasaan sedih, cemas, atau kehilangan nafsu makan.


Untuk mengatasinya, penting bagi para pasien untuk berkonsultasi dengan dokter bahkan psikolog. Mereka akan membantu pasien menenangkan diri. Beberapa pasien Parkinson menenangkan diri mereka dengan obat anti depresan, namun tetap perhatikan pada dosis yang telah ditentukan.


  • Kesulitan Tidur


Lebih dari 75 persen penderita penyakit Parkinson mengalami masalah tidur. Pasien mungkin mengalami tidur yang gelisah, di mana pasien sering terbangun di malam hari. Pasien mungkin juga mengalami gangguan tidur di siang hari. Konsultasikan dengan dokter terkait masalah pasien dan untuk meresepkan obat tidur dengan dosis yang sesuai.


  • Konstipasi dan Masalah Pencernaan


Seiring perkembangan penyakit Parkinson, saluran pencernaan pasien akan melambat dan berfungsi kurang efisien. Kurangnya gerakan ini bisa menyebabkan iritasi dan konstipasi pada saluran usus meningkat. Selain itu, obat tertentu yang sering diresepkan untuk pasien Parkinson, seperti antikolinergik, dapat menyebabkan konstipasi.


Untuk menanganinya, penderita perlu mengkonsumsi makanan seimbang dengan banyak sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian, karena jenis makanan tersebut mengandung banyak serat, yang bisa membantu mencegah sembelit.


Penderita juga diperbolehkan menggunakan bubuk dan suplemen serat, namun dengan ketentuan dan saran dari dokter.


  • Masalah Pada Saluran Kemih


Sama halnya seperti saluran pencernaan yang bisa menjadi lebih lemah, begitu pula otot sistem saluran kemih juga akan melemah. Pengobatan yang diresepkan untuk perawatan Parkinson dapat menyebabkan sistem saraf otonom berhenti berfungsi dengan baik. Bila itu terjadi, pasien mungkin mulai mengalami inkontinensia kencing atau sulit buang air kecil.


Untuk mengatasinya, pasien disarankan untuk banyak mengkonsumsi air putih dan menghindari minuman berwarna, mengandung gula, dan bersoda. Selain itu, konsumsi buah dan sayur juga sangat dianjurkan.


  • Hilangnya Nafsu Makan


Pada stadium lanjut penyakit ini, otot-otot di tenggorokan dan mulut pasien mungkin bekerja kurang efisien. Hal ini bisa membuat pasien sulit untuk mengunyah dan menelan. Hal ini juga dapat meningkatkan kemungkinan meneteskan air liur atau tersedak saat makan. Takut tersedak dan masalah makan lainnya membuat pasien berisiko mengalami gizi buruk. Untuk penanganan pada kasus ini, pasien sebaiknya mengkonsumsi makanan yang mudah untuk ditelan seperti bubur dan sereal.


Itulah beberapa hal yang bisa kita pelajari dari penyakit parkinson,semoga dapat berguna bagi para pembaca.

7 Obat Penyakit Kulit Alami dan Tradisional

 


7 Obat Penyakit Kulit Alami dan Tradisional

Obat penyakit kulit alami sangat beragam, dari pemakaian akar dan daun, hingga menggunakan hewan. Namun kali ini, kami akan mengajak Anda untuk menggunakan tumbuhan untuk mengobati penyakit kulit tersebut. Penasaran? Sajian lengkap ini akan menjawabnya.


Inilah 7 obat penyakit kulit alami dan tradisional

Pertama, mengobati penyakit kulit eksim

Untuk mengobati kulit eksim, Anda bisa menggunakan jahe dan parutan lobak. Caranya, parut jahe dan peraslah. Kemudian campurkan perasan jahe dengan parutan lobak dan bentuklah pasta atau bubur. Oleskan pada kulit yang terkena eksim.


Kedua, mengobati penyakit kulit panu, kadas, dan yang lainnya

Adalah lengkuas, bumbu dapur yang terbukti ampuh mengatasi gangguan kulit seperti panu, kadas, kudis, borok, dan yang lainnya. Caranya mudah sekali, ambil lengkuas, iris, dan oleskan bagian dalam dari lengkuas langsung ke panu atau penyakit kulit. Rasanya mungkin akan sedikit panas.


Ketiga, mengobati kudis pada anak-anak

Ramuan tradisional yang terkenal baik untuk mengatasi penyakit kudis pada anak-anak adalah air rebusan butrowali. Caranya sangat mudah, Anda perlu menyiapkan batang butrowali sepanjang 1 meter, kemudian dipotong-potong. Siapkan air sebanyak 4 liter dan rebus hingga mendidih bersama dengan potongan batang butrowali. Masukkan air ini dalam ember, dan tambahkan air dingin hingga hangat-hangat kuku. Mandikan anak Anda dengan air ini.


Keempat, mengobati bisul

Adalah mahkota bunga teratai yang bisa digunakan untuk menghilangkan bisul. Caranya mudah, cukup bakar mahkota bunga teratai hingga menjadi abu. Kemudian oleskan abu pada bisul. Selain untuk bisul, abu ini juga efektif untuk menyembuhkan penyakit kulit eksim.


Kelima, mengobati kudis dan gatal-gatal

Obat penyakit kulit lainnya bisa Anda temukan dari daun salam, batang, dan akarnya. Caranya mudah, cukup giling bahan menjadi satu atau tumbuk hingga membentuk bubur atau pasta. Jika sudah terbentuk, Anda tinggal mengoleskan ke daerah yang gatal atau yang terkena kudis.


Keenam, mengobati ragam penyakit kulit

Untuk Anda yang bermasalah dengan kutil, penyakit gatal, dan luka pada kulit, Anda bisa menggunakan tumbuhan biduri untuk menghilangkannya. Caranya sangat mudah, cukup siapkan daun biduri dengan minyak kelapa. Olesi daun biduri dengan minyak kelapa lalu panaskan di atas api agar layu. Setelah layu, tempelkanlah pada daerah kulit yang bermasalah.


Ketujuh, mengobati kutil dan borok

Anda tentu tidak asing dengan jambu monyet, bukan? Jika di kulit Anda ada luka, kutil, atau borok. Cobalah teteskan getah dari buah jambu monyet dalam kulit Anda.


Khusus untuk kutil, Anda bisa menggunakan daun dewa. Caranya, tumbuk daun dewa hingga halus kemudian lumurkan pada kulit yang ada kutilnya. Pastikan tumbukan daun dewa sudah merekat di kulit Anda. Kemudian biarkan hingga satu hari. Bilas keesokan harinya.


Anda bisa mencoba 7 obat penyakit kulit tradisional di atas jika terjadi masalah dengan kulit Anda. Semoga bermanfaat.

Dampak Lain Konsumsi Kunyit pada Wanita

 

Dampak Lain Konsumsi Kunyit pada Wanita

panduankusehat.com - Dampak Lain Konsumsi Kunyit pada Wanita. Anda para wanita apakah biasa mengkonsumsi kurkumin? Pada tanaman obat yang biasa disebut kunyit tersebut, selain bermanfaat positif bagi tubuh, bisa juga menghambat kesuburan pada wanita.


Studi yang dilakukan oleh Rajuddin, seorang dosen di Fakultas Kedokteran pada Universitas Syiah Kuala Aceh, telah berhasil meneliti soal peran kunyit pada sebuah proses Steroidogenesis dan juga folikulogenesis pada seorang wanita subur.


Dan hasilnya sungguh di luar yang selama ini diketahui banyak orang. Pada kurkumin punya peran yang signifikan dalam menghambat proses ovulasi melalui cara menurunkan hormon kesuburan wanita seperti misalnya progesteron, hormon estradiol, LH, dan juga menekan adanya LH surge. Sebab, kurkumin bisa menyebabkan kandungan hormon estradiol dan juga progesteron berada di titik rendah. Selain itu, tingkat ketebalan pada endometrium menjadi menipis, sehingga bisa mencegah nidasi.


Penelitian kemudian dilanjutkan dengan melibatkan partisipan perempuan subur, dengan rentang usia 20-30 tahun, menikah dan ketika diteliti belum ada keinginan mempunyai anak. Sejumlah 80 orang wanita terbagi ke dalam dua kelompok. Pada kelompok pertama, memperoleh terapi kurkumin sebenayak 800 mg per harinya, lalu pada kelompok kontrol diberi sebuah kapsul amilum.


Ditemukan bahwa kadar estradiol di waktu pertengahan siklus haid, untuk kelompok pertama (kurkumin) lebih rendah ketimbang kelompok kontrol. Situasi ini menjadikan ukuran pada diameter folikel kelompok pertama tak mencapai ukuran yang semestinya atau folikel dominan. Akibatnya, kecil kemungkinan untuk bisa terjadi ovulasi.


Tak hanya pada estradiol, konsumsi kurkumin ternyata dapat menghambat hormon LH, progesteron dan juga menekan LH surge. Pada endometrium, bahkan, kurkumin bisa menurunkan kadar Vacular Endothelial growth Factor (VEGF) pada endometrium sehingga menjadi rendah.


Simak terus panduankusehat.com untuk mendapatkan informasi seputar penyakit dan manfaat tanaman di sekitar kita.

Obat Penyakit Gula Alami dan Herbal yang Telah Diteliti

 

Obat Penyakit Gula Alami dan Herbal yang Telah Diteliti


Obat penyakit gula atau diabetes akan sangat dibutuhkan oleh penderita tidak hanya saat terjadi kenaikan kadar gula darah tetapi juga untuk menjaga kestabilan kadar gula darah. Sebagaimana diketahui, biasanya penderita diabetes akan melakukan terapi suntik insulin guna menjaga kadar gula darahnya dalam kondisi yang normal. Sementara itu, konsumsi makanan sehat dan konsumsi obat herbal yang berpeluang menjadi booster penurun kadar gula dalam darah akan terus dilakukan agar selalu sehat dan tidak terancam oleh penyakit diabetes melitus.


Kali ini, kami akan mengajak Anda untuk mengetahui beberapa obat herbal yang bisa digunakan untuk mengatasi penyakit gula selain obat alami lain yang telah kami bahas dalam artikel obat diabetes sebelumnya. Simak.


Inilah 5 Obat penyakit gula alami dan herbal sesuai riset

  • Pertama, ginseng

Fungsi utama dari ginseng adalah menurunkan kadar gula dalam darah. Dalam sebuah studi ditemukan bahwa ginseng dapat memperlambat penyerapan karbohidrat, meningkatkan kemampuan sel untuk menggunakan glukosa, dan meningkatkan sekresi insulin dari pankreas. Bahkan, dalam studi yang dilakukan oleh Universitas Toronto menunjukkan bahwa penggunaan kapsul ginseng untuk diabetes dapat menurunkan risiko terkena penyakit ini sebanyak 15 hingga 20 persen.


  • Kedua, buah alpukat

Bukan buah alpukat yang digunakan untuk mengobati diabetes atau penyakit gula. Namun, biji dari buah inilah yang memiliki khasiat penting untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Dalam penelitian yang dilakukan pada tahun 2007 menunjukkan bahwa ekstrak dari biji alpukat mampu menurunkan kadar gula dalam darah seekor tikus. Para peneliti mengamati efek restoratif dan pelindung pada sel yang ada di pankreas dari obyek penelitian.


  • Ketiga, curcumin dari kunyit

Kunyit juga merupakan satu dari sekian banyak obat penyakit gula alami dan herbal yang pernah diteliti. Studi tentang curcumin ini dilakukan pada tahun 2010. Hasilnya, curcumin mampu merangsang regenerasi sel beta pada tikus yang terkena diabetes tipe 1. Di samping itu, pada penelitian sebelumnya, yakni tahun 2008 ditemukan bahwa curcumin mampu melindungi kelangsungan hidup sel islet pankreas dan menjaga efisiensinya.


  • Keempat, madu

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 disebutkan bahwa manusia yang mengonsumsi madu dalam jangka waktu yang cukup lama menunjukkan dampak positif dari serangan penyakit diabetes tipe 1. Madu juga dapat meningkatkan kadar C Peptida puasa dan meregenerasi sel beta.


  • Kelima, genistein

Genistein ditemukan pada kacang kedelai dan semanggi merah. Kandungan ini sudah pernah diteliti pada tahun 2010 dan hasilnya genistein mampu menginduksi poliferasi sel beta pada pankreas melalui aktivasi jalur. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa genistein mampu mencegah penyakit diabetes dan kekurangan insulin pada tikus.


Meski dalam beberapa penelitian uji coba terhadap manusia belum dilakukan, namun obat penyakit gula herbal di atas bisa Anda coba. Supaya aman, Anda bisa mengomunikasikannya kepada dokter pribadi Anda.

Obat Penyakit Liver Herbal Alami yang Berkhasiat

 

Obat Penyakit Liver Herbal Alami yang Berkhasiat


Obat penyakit liver bisa didapat dalam bentuk perawatan medis dan secara alami. Khusus untuk pengobatan secara alami, biasanya dilakukan sebagai booster dari perawatan medis yang dilakukan oleh penderita. Seperti diketahui, saat seorang menderita penyakit ini, usaha demi usaha yang akan meningkatkan peluang untuk sembuh pasti akan dilakukan oleh penderita. Oleh karena itu, untuk membantu Anda dalam menemukan herbal yang secara studi sudah terbukti baik untuk mengatasi penyakit liver, akan kami sajikan ulasan lengkapnya dalam bentuk rangkuman di artikel ini. Anda mungkin akan menemukan bahan alami berikut ini dipakai sebagai bahan dasar dalam beberapa obat herbal yang beredar di pasaran. Simak.


Obat penyakit liver herbal alami yang berkhasiat

  • Teh hijau

Obat alami pertama yang baik untuk masalah hati adalah teh hijau. Kandungan katekin di dalamnya yang sangat tinggi sangat baik dalam mendukung fungsi hati manusia.


  • Olahraga yang teratur

Penderita liver akan selalu disarankan untuk melakukan olahraga yang teratur. Ini merupakan salah satu obat alami yang murah tetapi jarang dilakukan.


  • Sayuran berdaun

Khusus untuk penyakit hati, Anda bisa mengonsumsi sayuran yang berdaun. Selain sayuran ini, Anda juga bisa mengonsumsi buah apel. Sayuran berdaun akan merangsang aliran empedu sedangkan apel dapat mengeluarkan racun dari saluran pencernaan dengan kandungan pektin di dalamnya. Tentu saja, kedua manfaat ini akan sangat baik untuk hati.


  • Bayam dan jus wortel

Anda bisa membuat jus bayam dan wortel campur untuk mengurangi gejala sirosis hati. Anda bisa mengonsumsi jus ini setiap hari tanpa gula. Minum saat masih segar.


  • Buah pepaya

Inilah obat penyakit liver yang paling efektif. Ya, pepaya memang sangat efektif untuk kesehatan liver, khususnya untuk mengatasi sirosis hati. Anda cukup mencampurkan perasan lemon sebanyak setengah sendok teh dengan dua sendok teh jus pepaya. Konsumsi setiap hari dan rasakan tubuh Anda selama tiga hingga empat minggu.


  • Kunyit

Antiseptik dan zat antioksidan yang terkandung dalam kunyit dapat Anda manfaatkan untuk kesehatan hati. Selain 2 kandungan itu, antivirus dalam kunyit juga bisa menghambat perkembangan virus penyebab hepatitis B dan C. Oleh karena itu, seratkan kunyit dalam bahan masakan Anda. Hal ini sering dilakukan oleh masyarakat India.


  • Licorice

Obat ini banyak digunakan untuk mengobati penyakit hati. Bahkan dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa licorice ini mampu menekan penyakit liver fatty non alkohol.


  • Amla atau gooseberry India

Bahan alami yang satu ini merupakan sumber vitamin C yang sangat baik. Kandungannya ini dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan fungsi hati.


  • Cuka sari apel

Fungsi yang bisa didapatkan dari cuka sari apel adalah detoksifikasi hati. Jika cuka sari apel diminum sebelum makan, maka akan membantu proses metabolisme tubuh.


Itulah beberapa obat penyakit liver herbal yang bisa Anda coba sebagai booster pengobatan Anda secara medis. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Waspadai Jika Terlalu Rutin Mengkonsumsi Obat Tidur

 

Waspadai Jika Terlalu Rutin Mengkonsumsi Obat Tidur


panduankusehat.com - Waspadai Jika Terlalu Rutin Mengkonsumsi Obat Tidur. Anda yang mengalami masalah dengan tidur di malam hari dan butuh obat sebagai support, mulai sekarang berhati-hatilah saat akan mengonsumsi obat tidur. Seperti misalnya pil tidur yang bernama hayfever dan anti depresan. Pada keduanya, apabila dikonsumsi secara sembarangan, bisa meningkatkan adanya risiko Alzheimer.


Para peneliti telah menemukan adanya hubungan yang erat soal gejala demensia yang telah dialami beberapa orang tua dan juga obat antikolinergik, seperti Prition dan antihistamin Benadryl serta Nytol dan juga sejumlah antidepresan lainnya. Menurut penjelasan dari para peneliti, pada obat-obat tersebut punya pengaruh yang besar di bagian otak. Prosesnya adalah dengan memblokir zat asetikolin yang diketahui memiliki sejumlah kegunaan saat masuk tubuh.


Profesor Shelly Gray, yang merupakan Pemimpin study yang mengajar di University of Washington Schoolf of Pharmacy, sercara gamblang menjelaskan bahwa pada orang yang rutin mengonsumsi obat-obat tadi selama tiga tahun lebih rentan terkena adanya demensia. Rinciannya adalah seperti ini :


1. Setidaknya telah mengonsumsi obat doxepin sebagai anti-depresan sebanyak 10 miligram per harinya.


2. Empat mg per hari secara rutin zat Nytol dan juga Benadryl, serta


3. Sebanyak lima miligram obat oxybutynin (Ditropan) per harinya untuk support kandung kemih yang dirasa terlalu aktif.


Penggunaan semua obat-obat di atas tadi dengan takaran dosis yang lebih besar, rentan terhadap risiko meningkatnya demensia sebesar 54 % usai tujuh tahun pemakaian rutin ketimbang mereka yang sama sekali tak mengkonsumsinya.


Simak terus panduankusehat.com untuk mendapatkan informasi update soal penyakit di sekitar kita.

Back To Top