Panduanku Sehat

seputar dunia kesehatan,tips dan trik tentang kesehatan,informasi dunia kesehatan,dll.

Loading...

Memahami Penyakit Raja Singa: Gejala dan Penyebabnya

 


Penyakit raja singa atau sifilis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang biasanya ditularkan melalui kontak seksual. Penyakit ini terasa menyiksa pada bagian alat kelamin, mulut, hingga rektum. Penyakit ini terbilang mudah tertular pada orang, yakni dengan kontak dengan penderita melalui lendir atau bagian yang terluka. Sifilis pada masa awal infeksi masih tertidur dan tidak menimbulkan gejala yang berarti, namun setelah beberapa dekade, virus tersebut akan terbangun dan memperlihatkan gejalanya. Untungnya, penyakit ini dapat disembuhkan, yakni dengan suntikan penisilin. Namun jika penyakit ini tidak segera ditangani dan dibiarkan, maka tingkat atau stadiumnya akan semakin parah dan mempengaruhi masalah kesehatan lainnya seperti jantung, otak, bahkan mengancam jiwa manusia. Sebuah data yang diambil pada tahun 2010 di Amerika Serikat menyatakan bahwa penderita penyakit sifilis telah berkurang pada wanita, tetapi meningkat pada lelaki. Kebanyakan mereka yang menderita sifilis adalah yang berhubungan sesama jenis (laki-laki dengan laki-laki).


Gejala penyakit raja singa sesuai dengan tahapannya

Pertama, sifilis primer

Penyakit ini dimulai dengan rasa sakit yang masih belum terasa terlalu sakit. Rasa sakitnya masih cukup ringan di daerah yang terinfeksi bakteri. Beberapa orang hanya merasa sakit di satu daerah, beberapa yang lain merasakan rasa sakit di banyak tempat, sesuai dengan lokasi yang terinfeksi, sedikit ataukah banyak.


Kedua, sifilis sekunder

Dalam beberapa minggu, sifilis primer yang dibiarkan akan memperlihatkan gejala yang lebih serius. Hal ini ditandai dengan adanya ruam di sekitar lokasi yang terinfeksi. Ruam ini bahkan muncul sampai tangan dan telapak kaki. Ruam ini terbilang khas sebab tidak disertai dengan rasa gatal, namun disertai dengan luka seperti kutil, baik di mulut maupun di alat vital. Bahkan pada tahap ini, gejala sifilis sekunder juga disertai dengan nyeri otot, sakit tenggorokan, demam, hingga pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala yang ditunjukkan sifilis ini dapat hilang dalam beberapa minggu lalu datang dan pergi selama setahun.


Ketiga, sifilis laten

Pada tahap ini, gejalanya susah dipahami. Malah terkadang tidak memperlihatkan gejala yang berarti. Namun, gejala sifilis laten ini ditandai dengan sifilis sekunder yang tidak berhenti selama bertahun-tahun.


Keempat, sifilis tersier

Inilah tahapan yang cukup serius dari penyakit raja singa. Ya, sebagian orang yang menderita sifilis telah masuk dalam tahap ini karena tidak mendapatkan perawatan dari awal. Bahkan terhitung sebanyak 15 hingga 30 persen orang mengalami hal ini. Padahal, pada tahap ini, penyakit sifilis sudah dapat merusak otak, jantung, pembuluh darah, tulang, dan sendi. Dan jika tidak segera diatasi maka infeksi ini akan terjadi selama bertahun-tahun dan dapat mengancam jiwa.


Kelima, sifilis kongenital


Sifilis juga bisa diturunkan, yakni melalui plasenta seorang ibu atau saat melahirkan bayi. Beberapa bayi yang lahir dengan penyakit sifilis tidak menunjukkan gejala. Tetapi sebagian yang lain menunjukkan gejala berupa ruam di telapak tangan dan telapak kaki. Bahkan dalam beberapa kasus, perkembangan sifilis kongenital ini akan menyebabkan tuli, cacat gigi, dan lain sebagainya.


Perlu Anda ketahui bahwa gejala penyakit raja singa di atas bisa jadi tidak urut dan bahkan tidak menunjukkan gejala yang dapat terlihat dengan mudah.

Labels: lain-lain, obat-penyakit, Penyakit, Penyembuhan, review

Thanks for reading Memahami Penyakit Raja Singa: Gejala dan Penyebabnya. Please share...!

Back To Top