Bahaya Minum Teh Saat Menyusui - Ibu Hamil dan Balita

Teh dikenal sebagai tanaman yang dikenal memiliki banyak manfaat, mulai dari minuman yang segar, opsi berdiet, pengobatan, digunakan untuk meramal, perisa makanan, dan masih banyak lagi. Beberapa orang memilih teh untuk kesehatan, seperti teh hijau, teh hitam, dan beberapa macam lainnya. Karena teh juga disinyalir mampu membakar lemak tubuh, maka beberapa orang mengkonsumsi teh sebagai pembantu diet. Beberapa orang juga mengkonsumsi teh untuk relaksasi, dan mencampurkan nya dengan beberapa aroma buah-buahan dan bunga. Namun, teh juga membawa efek negatif apabila diminum oleh beberapa orang yang memiliki masalah dengan kesehatan, dan bagi wanita hamil dan menyusui.


https://www.istockphoto.com/foto/bekerja-di-rumah-ibu-gm1301163307-393274196


teh berbahaya bagi ibu hamil dan menyusui, karena beberapa zat yang terkandung dalam teh memblokir zat yang dibutuhkan ibu hamil untuk janin nya, dan memberikan efek negatif terhadap kondisi bayi.

Seorang ibu hamil membutuhkan suplai gizi yang tinggi baik untuk metabolisme diri sendiri dan untuk asupan gizi janin. Terlalu banyak mengkonsumsi teh dapat menyebabkan kelebihan zat tannin. Terlalu banyak zat tannin akan bersenyawa dengan zat besi dan membentuk sebuah komponen yang tidak dapat diserap oleh tubuh. Dikhawatirkan ibu yang mengkonsumsi banyak teh ketika hamil akan menderita anemia, baik sang ibu dan bayinya. Selain itu, teh juga memiliki zat yang mampu memblokir protein, sedangkan protein sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan janin nya.

Selain berefek negatif pada ibu hamil, konsumsi teh juga memiliki dampak tersendiri bagi ibu menyusui dan bayinya. Dampak tersebut akan diterima secara langsung oleh bayi. Teh mengandung kafein, sehingga mengkonsumsi teh bisa menyebabkan bayi merasa tidak tenang (restlessness). Bahkan, pada beberapa peristiwa, bayi menangis tak henti dan kejang. Demikian pula dengan konsumsi kopi. Selain itu, kafein juga memblokir produksi ASI, sehingga kuantitas ASI berkurang, dan bayi akan kekurangan ASI.

Untuk itu, para ibu disarankan untuk tidak mengkonsumsi teh apabila mereka menginginkan bentuk tubuh kembali lagi seperti sebelum melahirkan. Banyak ibu muda yang menginginkan tubuh mereka kembali seperti awalnya, sehingga mereka mengkonsumsi teh pelangsing. Pasalnya, ketika seorang ibu hamil dan menyusui, maka dia tidak lagi peduli kepada dirinya sendiri, melainkan juga bayinya, Sehingga sebisa mungkin ibu hamil dan menyusui disarankan untuk meninggalkan teh, untuk menghindari kekurangan zat besi dan protein.

Bagi para ibu menyusui, disarankan untuk mengurangi nasi dan mengganti asupan karbohidrat dengan kentang, ubi, beras merah, sereal atau oatmeal, dan nasi jagung untuk menghindari endapan karbohidrat. Selain itu, memperbanyak buah dan sayur juga lebih disarankan karena sayur mengandung serat yang menunda rasa lapar.

Para ibu muda yang ingin menurunkan badan dengan mengkonsumsi teh dianjurkan untuk mengganti pola hidup mereka dengan menyediakan waktu untuk berjalan-jalan selama 10 atau 20 menit setiap harinya. Apabila mereka tidak memiliki waktu, maka 10 atau 20 menit tersebut akan tergantikan dengan melakukan kegiatan rumah tangga seperti menyapu, mengepel, dan membersihkan rumah.

Walaupun demikian, bukan berarti bahwa wanita hamil dan menyusui tidak diperbolekan untuk mengkonsumsi teh sama sekali. Hal-hal tersebut terjadi bila ibu mengkonsumsi teh dalam jumlah banyak. Oleh sebab itu, konsultasi ke dokter pribadi sangat disarankan untuk mengetahui seberapa banyak seorang ibu hamil dan menyusui diperbolehkan mengkonsumsi teh, serta untuk mengetahui asupan gizi lainnya yang bisa dikonsumsi untuk menyeimbangi kadar tannin dalam tersebut tersebut. Dengan demikian, kesehatan dan kenyamanan ibu dan bayi akan lebih terjaga

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
Related Post
Kehamilan,Penyakit